JMSI Sumenep Kritik Pola Kehumasan, Kapolresta Ariek: Kami Sedang Benahi Sistem

54 menit yang lalu 1

Sumenep, Penamadura.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menyampaikan sejumlah masukan kepada Kapolresta Sumenep mengenai pola kemitraan antara kepolisian dan insan pers.

Masukan tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi JMSI Sumenep berbareng Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu beserta jejeran di Sekretariat JMSI Sumenep, Jalan Sultan Abdurrahman Gang V Nomor 13, Kota Sumenep, Rabu (29/7/2026).

Ketua JMSI Kabupaten Sumenep, Supanji, mengatakan kemitraan antara kepolisian dan media tidak cukup hanya dibangun melalui hubungan formal. Menurutnya, kemitraan kudu diwujudkan melalui komunikasi nan terbuka, profesional, serta saling menghargai kegunaan masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, JMSI menyoroti sejumlah pengalaman nan dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan bersama. Salah satunya berangkaian dengan akses dan pelibatan wartawan dalam aktivitas kepolisian.

“Kami mau menyamakan persepsi tentang makna bermitra. Ada dua peristiwa nan menyakitkan wartawan Sumenep, mulai dari rilis penemuan kokain hingga peresmian Polresta. Hal-hal seperti ini kudu menjadi pertimbangan berbareng agar tidak terulang,” kata Supanji.

Ia menegaskan media merupakan salah satu mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan info kepada masyarakat. Karena itu, keterbukaan akses info dan pelibatan wartawan dalam aktivitas kepolisian dinilai krusial untuk membangun kepercayaan publik.

JMSI juga memberikan perhatian terhadap pola kerja bagian kehumasan Polresta Sumenep. Supanji berambisi pelayanan info kepada media dapat ditingkatkan, baik dari sisi kecepatan maupun kualitas materi nan diberikan kepada wartawan.

Menurutnya, rilis kepolisian idealnya menjadi bahan info nan dapat dikembangkan oleh jurnalis, bukan langsung disusun dalam format buletin utuh.

“Alhamdulillah sekarang humas sudah dijabat Plt. Kalau tetap tetap nan lama, rekomendasi kami memang diganti. Rilis nan dibagikan semestinya berupa materi, bukan langsung menjadi berita, apalagi beberapa kali kami cek di grup mitra humas hasil AI. Sesekali ajak kami ke lapangan agar info nan diterima lebih utuh,” ujarnya.

Supanji menambahkan, keterlibatan wartawan secara langsung di lapangan bakal membikin info nan diperoleh lebih lengkap. Hal itu juga dinilai dapat menghasilkan pemberitaan nan lebih komprehensif sekaligus memperkuat transparansi lembaga kepolisian.

Menanggapi masukan tersebut, Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu mengapresiasi keterbukaan JMSI dalam menyampaikan kritik dan saran.

Ia menegaskan, kritik merupakan bagian krusial dalam proses pertimbangan dan pembenahan institusi.

“Kita kudu open minded, tidak boleh anti kritik, dan kudu mau shopping masalah. Itu bagian dari komunikasi nan baik,” tegas Ariek.

Kapolresta mengakui tetap terdapat sejumlah aspek nan perlu dibenahi, khususnya dalam bagian kehumasan dan pola komunikasi dengan media.

Menurutnya, Polresta Sumenep saat ini tengah melakukan penguatan sistem agar pelayanan info kepada masyarakat dapat melangkah lebih optimal.

“Terutama dalam konteks komunikasi publik dan berkomunikasi dengan teman-teman media, itu sudah menjadi PR kami. Berikan kami ruang dan waktu lantaran fondasinya sedang kami perkuat dan sistemnya sedang kami benahi,” katanya.

Ariek menegaskan, media mempunyai posisi strategis sebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan info kepada masyarakat. Karena itu, hubungan nan telah terjalin selama ini perlu diperkuat melalui komunikasi, koordinasi, dan kerjasama secara berkelanjutan.

“Polisi sangat memerlukan support teman-teman media. Kita tidak bisa besar jika teman-teman media tidak mendukung. Mereka butuh informasi, maka kita juga jangan pelit memberikan informasi,” ungkapnya.

Ia memastikan seluruh masukan nan disampaikan JMSI bakal dirangkum dan menjadi bahan pertimbangan internal.

Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun komunikasi nan lebih intens antara Polresta Sumenep dan insan pers. Dengan demikian, hubungan kemitraan dapat semakin selaras sekaligus bisa menghadirkan info nan cepat, akurat, dan berfaedah bagi masyarakat.

“Kalau ada salah kata, kekhilafan, alias kebijakan nan kurang tepat, tolong ingatkan saya. Semua masukan bakal kami rangkum dan pertimbangan untuk perbaikan ke depan,” pungkasnya. (Red/Emha)

Selengkapnya